Articles by "e-Business"
Showing posts with label e-Business. Show all posts
Lembaga pengawasan undang-undang antipakat Singapura menjatuhkan denda kepada Uber dan Grab sebesar 13 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 141,5 miliar. Denda ini dijatuhkan karena kesepaktan merger kedua perusahaan ini. Merger ini dinilai merusak pasar industri ride-hailing di Singapura.

Grab mengakuisisi Uber Asia Tenggara pada Maret lalu dengan nilai saham 27,5 persen. Masing-masing denda yang dijatuhkan sebesar 6,58 juta dollar Singapura (sekitar Rp 71,6 juta) untuk Uber dan 6,42 miliar dollar Singapura (sekitar Rp 69,7 miliar) untuk Grab, sebagai akibat merger yang telah rampung dan tidak dapat diubah lagi.

CCCS juga meminta Grab untuk menghapus pengaturan eksklusif dengan para mitra pengemudi dan armada taksi. "Merger yang mengurangi kompetisi tidak diperbolehkan dan CCCS telah mengambil langkah untuk melawan merger Grab-Uber karena mengahapuskan pesaing terdekat Grab, yang merugikan para pengemudi dan pengendara di Singapura.

Tarif efektif Grab naik 10-15 persen setelah kesepakatan akuisisi Uber. Grab kini memegang kendali pasar ride-hailing di Singapura sebesar 80 persen. CCCS juga mengaku menerima banyak keluhan, baik dari pengemudi maupun pengendara dari segi tarif maupun komisi. Yang paling disorot adalah perubahan pada program GrabRewards, di mana poin yang dikumpulkan mitra pengemudi dipotong tiap dollarnya, begitu pula pengurangan promosi bagi para supir dan juga insentif yang diterima.

CCCS juga meminta Uber untuk menjual kendaraan mitranya di Lion City Rentals (LCR) ke pesaing yang potensial serta melarang Uber menjual kendaraan tersebut ke Grab tanpa persetujuan regulator. Secara total, LCR memiliki 14.000 unit kendaraan pada bulan Desember lalu.

Otoritas transportasi darat Singapura (LTA) mendukung keputusan CCCS yang menjatuhkan denda atas merger Uber-Grab. Hal itu disebut sejalan dengan peninjauan ulang yang sedang berangsung. Sanksi ini dinilai Uber hanya didasarkan pada definisi pasar yang tidak tepat dan salah menggambarkan sifat industri yang dinamis. Sementara Grab berpendapat jika menyelesaikan transaksi selama dalam hak-hak hukum dan mempertahankannya, bukanlah kesengajaan atau pelanggaran hukum persaingan. Grab juga berdalih tidak menaikan tarif setelah kesepakatan merger, seperti yag dituduhkan CCCS.

Pihaknya pun mengatakan semua mitra pengemudi memiliki pilihan, termasuk operator taksi, tidak diberlakukan aturan ekslusifitas seperti yang dimaksud. Namun, atas keputusan itu, Grab akan mematuhi keputusan yang telah ditetapkan oleh CCCS.

Hewlett Packard (HP) mengaku sedang mengembangkan arsitektur komputasi baru untuk menggantikan sistem komputasi yang ada saat ini. Sistem komputasi ini akan diberi nama disebut dengan "The Machine".
"The Machine" juga akan menggunakan sistem baru, jenis memori baru, dengan kecepatan data transfer yang Super Cepat.

Mereka mengatakan bahwa desain arsitektur komputer saat ini, yang dipakai oleh PC atau smartphone sudah usang. Sistem yang ada sekarang sudah tidak bisa lagi mengikuti perkembangan komputasi dan kebutuhan penyimpanan yang luar biasa besarnya.

Tujuan utama "The Machine" adalah menggantikan berbagai teknologi penyimpanan yang berbeda-beda saat ini menjadi satu jenis memori saja yang disebut "universal memori" yang terbuat dari memristor (memori tipe baru yang menggunakan ion). Memristor bisa bekerja dengan cepat, padat, dan murah dan bisa mempercepat throughput data.

Kepadatan penyimpanan ini seperti penyimpanan hingga 100 TB yang ada dalam sebuah smartphone. Kapasitar itu tentu jauh lebih besar dari smartphone yang ada pada saat ini. "Bayangkan jika kita bisa mengoptimalkan sistem memori itu ke dalam smartphone Android?

Walaupun HP tidak menyebutkan dalam segmen mobile, namun memristor berpotensi untuk menggantikan penyimpanan Memori External smartphone pada saat ini. Tipe memori baru ini akan menghemat biaya produksi dan meningkatkan daya tahan baterai.

Bentuk dari memristor

Sumber BusinessWeek 

Perusahaan telekomunikasi Telkomsel berencana membangun sekitar 14.000 base transceiver station (BTS) baru pada tahun 2014 ini. Hal ini dilakukan terutama untuk melayani kenaikan trafik data (internet) yang tumbuh sangat pesat.

Telkomsel mengklaim telah membangun 8.500 BTS pada akhir Mei 2014. Penambahan itu membuat BTS Telkomsel berjumlah total 77.800 BTS di seluruh Indonesia dan 33.000 BTS di antaranya telah mendukung teknologi internet 3G alias Node B.

Telkomsel nanti perusahaan menargetkan komposisi BTS yang mendukung teknologi 3G mencapai 75 persen.

Bukan hanya pembangunan BTS baru, anak perusahaan Telkom ini juga melakukan modernisasi jaringan terhadap 5.000 BTS di seluruh Indonesia. Modernisasi jaringan di Kalimantan, Papua, dan Sumatera Selatan jadi perhatian Telkomsel pada tahun ini.

Saat ini Telkomsel juga sedang mengantisipasi kenaikan trafik selama momentum Ibadah Puasa dan Hari Raya Lebaran 2014. Perusahaan memprediksi akan terjadi kenaikan trafik hingga 5 persen untuk layanan telepon, 10 sampai 15 persen untuk SMS, dan 25 sampai 35 persen untuk layanan internet.

Telkomsel saat ini memiliki sekitar 135 juta pelanggan dan mengklaim dirinya sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dan terbesar keenam di dunia.

Sebagian besar investasi Telkomsel dialokasikan untuk pembangunan dan perawatan jaringan. Hingga kuartal pertama 2014, perusahaan sudah menyerap sekitar Rp 3,3 triliun, atau sepertiga dari total belanja modal perseroan tahun ini Rp 10 triliun.

via tekno kompas

Apple akhirnya resmi membeli perusahaan Beats Electronics dengan nilai USD 3 miliar atau di kisaran Rp 34,8 triliun. Jimmy Lovine dan Dr Dre sebagai Pendiri Beats akan bergabung menjadi karyawan Apple.

Karena penjualan iTunes menurun, Apple sepertinya akan memperkuat layanan streaming musik yang belakangan populer. Pasar streaming musik di Amerika Serikat saat ini dikuasai oleh Pandora dan Spotify. Apple diharapkan membuat Beats Music menjadi layanan streaming yang diminati.

Saat ini industri musik tempaknya beralih ke layanan streaming, apple akan mencoba menawarkan layanan streaming dengan dibelinya beat.  Sebelumnya Apple menciptakan bisnis download digital dan memperoleh kemajuan yang mengagumkan, tetapi industri sedang menuju ke arah layanan streaming.

Popularitas headphone Beats juga bisa menambah kelasnya jika nantinya disertakan di gadget Apple.

LG telah berbuat banyak sehingga ia bisa menjadi perusahaan ponsel nomor 3 di dunia. Penjualan perusahaan ini pada kuartal pertama 2014 cukup baik. Ini merupakan pengalaman pertama bagi perusahaan teknologi raksasa yang berbasis di Korea itu.

Jumlah penjualan LG di Kuartal Pertama tahun 2014 di seluruh dunia sekitar $ 3.18 Milyar atau sekitar Rp. 37 Triliun. Perusahaan yang memiliki penjualan terbanyak dimiliki oleh samsung yang di ikuti oleh apple yang dengan penjualan terbanyak kedua setelah samsung.

LG G2 adalah ponsel yang menghasilkan pendapatan terbesar dari seluruh produk LG, karena produk ini dianggap memiliki spek yang bagus dengan harga terjangkau. Untuk terus meningkatkan penjualan di kuartal selanjutnya, nya LG harus terus berfikir apa yang dibutuhkan oleh konsumennya.

Pengelola Tokobagus telah mengumumkan secara resmi bahwa situs web tersebut berganti nama mejadi OLX mulai Selasa (20/5/2014). Dalam sebuah pernyataan resmi, OLX menerangkan bahwa perubahan ini hanya terjadi pada nama dan URL baru. Aktivitas jual-beli dan pemasangan iklan tetap bisa dilakukan seperti biasa.

"Perubahan ini hanya nama, yaitu Tokobagus.com menjadi OLX, termasuk logo dan URL baru. Sementara semua aspek lainnya, yang sudah dirasakan manfaatnya oleh jutaan masyarakat Indonesia saat ini, akan tetap sama dan tidak berubah," tulis perusahaan e-commerce.

Seperti diberitakan DailySocial, OLX sendiri adalah sebuah merek e-commerce global yang dimiliki oleh Naspers. Perusahaan itu telah berinvestasi di Tokobagus pada tahun 2010.

Grup OLX saat ini sudah hadir di 106 negara. Situs-situs e-commerce-nya sudah tersedia dalam lebih dari 40 bahasa. Grup OLX didirikan pada tahun 2006 oleh Fabrice Grinda dan Alec Oxenford. Semenjak didirikan pertama kali, perusahaan ini bermarkas di Buenos Aires, Argentina. Namun, setelah melakukan ekspansi, OLX memindahkan pusat operasinya di New York, AS.

Tahun 2010, Naspers masuk sebagai investor strategis di OLX, dikabarkan melalui investasi sebesar 20 sampai 40 juta dollar AS.

Naspers adalah grup media besar yang bermarkas di Afrika Selatan. Ekspansinya ke Indonesia dilakukan pada tahun 2010 saat berinvestasi di Tokobagus, dan juga Multiply yang sekarang sudah berhenti beroperasi.

Saat berinvestasi di grup OLX, Naspers mengatakan akan mengakuisisi atau mendirikan komunitas internet di suatu negara, sebelum terjun ke layanan e-commerce, komunikasi, dan konten.

Sekarang Microsoft bisa mengandalkan 17 produsen untuk membuat Smartphone yang menggunakan OS Windows Phone 8.1 mobile mereka.

Salah satu alasan mengapa Microsoft bisa mendapatkan begitu banyak produsen, mungkin disebabkan karena OS Mobile dari microsoft ini gratis untuk digunakan.

Dua Pabrikan terbaru (selain Nokia, Samsung, dan HTC) adalah Blu dan K-Touch. Blu adalah sebuah perusahaan berbasis Florida yang menawar android dengan harga terjangkau. Sedangkan K-Touch adalah salah satu OEM dan ODMs terbesar di Cina.

Langkah ini dapat membantu Microsoft memperluas jangkauan mereka di wilayah tersebut. Menambahkan OEM harus menjadi strategi yang menguntungkan bagi Microsoft terutama di pasar mid-range.

Sumber: GSMarena

Google Glass Explorer masih dibanderol dengan harga US$ 1500 yang berarti sekitar Rp 16 juta rupiah. Namun rupanya harga tersebut dianggap cukup terjangkau bagi sebagian konsumen, pasalnya dalam paket pembelian sudah termasuk dengan Glass Frame atau Shades. Yang sebelumnya dibandrol US$ 1500 untuk Google Glass Explorer tanpa frame dan shade, yang mana untuk frame dibandrol $ 225 dan dan shade dihargai $ 150.

Selain itu, bila mengingat proses persiapan dan riset Google untuk teknologi Wearable gadget masa depan ini, rasanya harga US$ 1500 termasuk layak. Seperti diketahui, Google Glass Explorer memiliki beragam fitur menarik, seperti memutar video, merekam video dan foto, dan terkoneksi dengan Google Now. Dan ingat, semua teknologi tersebut dikemas hanya dalam sebuah alat mungil yang ditempelkan pada frame dan shade kaca mata.

Saat ini, beberapa varian warna untuk frame sudah dikategorikan “Out of Stock” atau "persedian kosong" seperti warna frame Titanium dengan Charcoal Glass. Sedangkan warna yang lain masih tersedia. Dengan beberapa stok kosong ini menandakan banyaknya pengguna yang tertarik dan sudah berburu Google Glass, atau malah Google yang sengaja membatasi produksinya.

Bagaimana? Anda tertarik untuk mengeluarkan biaya yang nyaris hampir Rp 16 juta untuk Google Glass ini? Atau masih mau menunggu hingga nanti saatnya Google menurunkan harga? Atau anda tidak tertarik sama sekali?

Masih ingat dengan konsol game Nintendo Wii? Konsol pertama yang memperkenalkan alat kendali gerak ini baru saja dilaporkan oleh Philips asal Belanda karena diduga melanggar hak paten yang didaftarkannya.

Philips mengatakan, Nintendo melanggar sejumlah paten yang didaftarkan atas namanya dalam konsol Wii dan Wii U. Untuk itu, Philips akan menuntut semua konsol Nintendo tersebut agar dilarang dijual di Amerika Serikat (AS).

"Philips telah mengajukan gugatan setelah melakukan penelitian terhadap teknologi yang dimiliki oleh konsol Nintendo," tulis pihak Philips, seperti dikutip dari Digital Trends (15/5/2014).

Paten pertama yang menurut Philips telah dilanggar oleh Nintendo adalah teknologi yang menangkap dan mereplika aksi pengguna dalam game, atau disebut "interactive virtual modelling products."

Sementara paten kedua menurut Philips adalah sistem human-computer interaction (HCI) atau interaksi manusia dan komputer, yang termasuk dan tidak terbatas dalam sistem gaming HCI dan alat tunjuk HCI.

Menurut Philips, paten-paten miliknya tersebut telah didaftarkan semenjak 1996 dan resmi didapatkannya pada tahun 2001. Sementara, Nintendo Wii sendiri mulai dipasarkan pada tahun 2006.

Nintendo saat ini sedang berada dalam keterpurukan setelah rapor merah kerugian yang selalu mereka dapatkan dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan asal Jepang itu sedang berupaya bangkit dari keterpurukan degan meluncurkan beberapa strategi baru, termasuk merilis game Mario Kart 8 dan Super Smash Bros dalam waktu dekat.

Sumber: Digital Trends
Via : Tekno.Kompas.com

Proses akuisisi Microsoft terhadap Nokia rampung pada Jumat, 25 April 2014 lalu. Namun, ada berita yang kurang menyenangkan buat Microsoft. Sesaat sebelum resmi diboyong oleh Microsoft, bisnis Nokia dilaporkan mengalami kerugian yang cukup signifikan.

Kerugian yang dialami oleh bisnis perangkat dan layanan Nokia pada kuartal pertama 2014 tersebut tertuang dalam laporan keuangan yang dipublikasi Nokia pada Selasa (29/4/2014). Tercatat, kerugian divisi tersebut mencapai 452 juta dollar AS.

Pendapatan Nokia secara otomatis juga mengalami penurunan menjadi sekitar 2,6 miliar dollar AS. Jumlah tersebut turun 30 persen jika dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh pada kuartal pertama tahun 2013.

Nokia mengatakan bahwa penurunan pendapatan per tahun mereka disebabkan oleh buruknya penjualan perangkat kategori mobile phones (Asha dan Lumia) mereka, terutama lini smart devices, dan kategori produk smartphone yang menggunakan OS Windows Phone dan Android (Nokia X).

Berkurangnya minat pengguna membeli perangkat low-end Nokia masih bisa ditutupi dengan lebih tingginya penjualan perangkat smart devices. Namun secara tidak langsung, Nokia mengakui bahwa mereka kesulitan bersaing dengan smartphone iOS dan Android.

Menurut Tech Crunch, hal tersebut menjadi peringatan bagi Microsoft sebab semua perangkat Nokia tersebut kini telah menjadi perusahaan yang bermarkas di Redmond, Washington, itu. Microsoft kini memiliki perangkat smartphone Nokia yang menjalankan OS Windows Phone dan yang tidak.

Selain itu, harga jual perangkat kategori mobile phones dan smart devices Nokia juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun pada kuartal pertama. Untuk itulah, Microsoft tidak akan hanya bergantung pada penjualan smartphone saja untuk menggenjot keuntungan, tetapi juga dari segi layanan.

Via : tekno.kompas.com

Dari tahun ke tahun, perang terhadap virus komputer selalu sama. Peretas membuat varian virus baru yang semakin pintar dan vendor antivirus membuat penangkalnya.

Seiring perkembangan teknologi, Symantec Corp. menganggap metode tersebut sudah tidak revelan lagi dan mereka mencoba memerangi virus komputer dengan cara yang berbeda.

"Antivirus sudah tamat," ujar Brian Dye, Senior Vice President Symantec. "Kami tak lagi melihat produk antivirus bisa menghasilkan uang saat ini," imbuhnya seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (6/5/2014).

Produk antivirus memang ditujukan untuk menghindarkan komputer dari para peretas pembuat virus. Dulu, virus menyerang hanya lewat perangkat penyimpan atau jaringan lokal. Kini, virus makin pintar dan bisa menyerang komputer dari mana saja.

Tak cukup antivirus untuk mencegahnya. Karena itu, Symantec akan menciptakan cara baru memerangi virus.

Symantec akan membentuk tim khusus untuk membantu mengatasi tindak kejahatan cyber ini bagi pelanggan kelas bisnisnya. Dalam enam bulan ke depan, Symantec akan merilis peranti lunak yang bukan hanya bisa mendeteksi apa saja yang menjadi sasaran para peretas, namun juga alasannya.

Symantec telah membuat aplikasi antivirus sejak tahun 1980. Sejak saat itu, peretas juga telah menemukan berbagai cara untuk menerobos sistem keamanan jaringan.

Menurut Dye, produk antivirus saat ini hanya bisa mencegah 45 persen dari semua kemungkinan serangan yang bisa dilakukan oleh para peretas.

Kini, Symantec bukan hanya menjadi pembasmi virus komputer saja, namun juga mencari aktivitas-aktivitas mencurigakan yang terjadi akibat virus yang tidak terdeteksi.

"Jika konsumen beralih dari mencegah menjadi mendeteksi dan merespon, maka pendapatan kami juga akan datang dari software pencegahan dan respon," ujar Dye.

Usaha yang dilakukan Symantec tersebut sebagai bentuk respon terhadap menurunnya pendapatan dari penjualan aplikasi antivirus. Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2014, pendapatan Symantec menurun 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keamanan cyber juga mulai menerapkan cara-cara baru memerangi virus dan malware. Seperti Juniper Networks Inc. yang membuat metode agar virus tersebut menyerang file yang dituju. Tentu saja file tersebut mengandung data tiruan palsu yang sengaja dipasang di firewall.

Via : Tekno.kompas.com

Setelah resmi melepas unit bisnis ponselnya ke Microsoft, Nokia mulai melakukan gebrakan untuk menghidupkan tiga divisi yang tidak ikut dijual.

Diberitakan Reuters, Senin (5/5/2014), perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Finlandia, mulai menggelontorkan dana 100 juta dollar AS (atau sekitar Rp 1,15 triliun) agar layanan peta digital Here bisa dihubungkan dengan sistem di mobil.

Here Maps sendiri merupakan aplikasi peta khas Nokia yang terkenal dengan keakuratannya dan memiliki kelebihan bisa diakses secara offline, tanpa perlu akses internet.

Dalam sebuah pernyataan, Nokia mengatakan, dana tersebut dikelola oleh anak perusahaannya yang bergerak di bidang modal ventura, Nokia Growth Partners, dan bekerja sama dengan unit bisnis Nokia Here.

"Investasi baru kami sebesar 100 juta dollar AS diluncurkan hari ini, menggarisbawahi keyakinan kami bahwa industri mobil yang terhubung dengan sistem telekomunikasi merupakan kesempatan pertumbuhan yang signifikan," kata CEO Nokia Rajeev Suri seperti dikutip dari Reuters.

Sistem telekomunikasi dalam mobil diprediksi punya potensi bisnis besar dan kini banyak dilirik perusahaan telekomunikasi besar, termasuk Apple melalui fitur CarPlay di iOS, BlackBerry dengan sistem QNX, dan Google melalui Android.

Grup Nokia resmi menjual unit bisnis ponselnya kepada Microsoft pada April 2014 senilai 7,2 miliar dollar AS.

Sementara itu, Grup Nokia yang berkantor pusat di Espoo, Finlandia, akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis, yaitu layanan peta digital dan lokasi (Nokia Here), pengembangan teknologi dan lisensi paten (Advanced Technologies), serta infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks/NSN).

Sumber: Reuters 
Via: Tekno.Kompas.com

Setelah berdiskusi selama tiga hari, dewan juri pada pengadilan sengketa paten Apple dan Samsung di California akhirnya mengeluarkan putusan final pada Jumat (2/5/2014) lalu.

Dewan juri yang beranggotakan empat pria dan empat wanita serta dipimpin oleh seorang pensiunan eksekutif unit bisnis IBM itu menyimpulkan bahwa kedua pihak yang bersengketa sama-sama "bersalah".

Sebagaimana dilaporkan oleh Recode, dewan juri mengatakan bahwa Samsung melanggar tiga dari lima paten yang dituduhkan Apple telah dilanggar. Tiga paten tersebut mencakup teknologi prediksi teks, quick link, dan slide-to-unlock.

Perusahaan Korea tersebut diharuskan membayar ganti rugi sebesar 119,6 juta dollar AS ke Apple (sekitar Rp 1,37 triliun). Meski terdengar besar, angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan 2,2 miliar dollar AS yang diminta oleh Apple.

Di pengadilan sebelumnya pada 2012 lalu, Apple memenangkan ganti rugi sebesar lebih dari 1 miliar dollar AS dari Samsung.

Di sisi lain, dewan juri turut menyebutkan bahwa Apple melanggar sebuah paten Samsung dan harus membayar ganti rugi sebesar 158.400 dollar AS (sekitar Rp 1,8 miliar).

Meski jumlah ganti rugi yang diberikan tak sampai 10 persen dari nilai tuntutan, keputusan dewan juri ini disambut baik oleh Apple yang mengatakan "berterima kasih" kepada juri dan pengadilan.

"Putusan hari ini menegaskan apa yang sudah banyak diketahui di pengadilan-pengadilan di berbagai belahan dunia, bahwa Samsung mencuri ide dan menjiplak produk kami," kata Apple dalam sebuah pernyataan.

Adapun representatif Samsung dan Google belum memberikan komentar.

Dewan juri diminta berkumpul kembali oleh hakim Lucy Koh pada Senin (5/5/2014) untuk memperjelas status sebuah produk Samsung yang ditemukan melanggar paten Apple namun tak menghasilkan ganti rugi.

Sumber: Re/code
Via: Reza Wahyudi Kompas.com

Perangkat Android identik dengan segala macam layanan Google selaku pembuat sistem operasi terbuka itu, mulai search engine, e-mail, hingga video streaming YouTube.

Layanan-layanan tersebut, menurut sebuah gugatan hukum perwakilan kelompok (class-action) yang dilayangkan kepada Google hari Kamis (1/5/2014) lalu di Pengadilan Negeri California, AS, ternyata "dipaksakan" oleh Google agar dimuat oleh para produsen perangkat Android.

Caranya, masih menurut gugatan yang dikutip oleh GigaOM ini, adalah dengan membuat perjanjian bernama Mobile Application Distribution Agreement (MADA).

Isi perjanjian itu mengharuskan layanan seperti Google Play Store dan YouTube agar dikedepankan pada layar perangkat bikinan produsen Android yang bersangkutan.

Gugatan class-action tersebut menuding bahwa Google berhasil mencapai monopoli lewat cara ini. Misalnya dalam hal search engine di mana Google mendapat pangsa 87 persen di pasar mobile search, sementara pesaing seperti Yahoo hanya bisa memperoleh kurang dari 8 persen.

Disebutkan pula bahwa para produsen Android tidak melakukan hal tersebut atas dasar sukarela, melainkan karena suatu bentuk "paksaan".

"Karena konsumen menginginkan akses ke produk Google, dan karena posisi kuat Google di pasar AS untuk pencarian berbasis mobile, Google memiliki posisi tawar yang tak tertadingi atas produsen smartphone dan tablet," tulis gugatan yang dilayangkan oleh Gary Feitelson dari Kentucky dan Daniel McKee dari Iowa itu.

Harga dibayar konsumen

Gugatan hukum turut mengklaim bahwa harga perangkat Android seharusnya bisa lebih murah seandainya para rival macam Microsoft (dalam hal search engine) bisa membayar para produsen agar memperoleh status sama seperti Google.

Namun, Google mengharuskan para produsen yang ingin memakai layanannya agar turut menyertakan Google sebagai alat search standar. Produsen pun tak memiliki alasan menerima bayaran dari pesaing untuk mengganti search engine.

Alhasil, harga perangkat jadi naik sementara inovasi cenderung mandek. Pada akhirnya harga yang lebih mahal ini harus dibayar oleh konsumen. Sebagai contoh diambil perangkat HTC EVO 3D dan Samsung Galaxy SIII yang harganya, menurut gugatan itu, jadi lebih mahal karena adanya perjanjian MADA.

Google telah menanggapi tuduhan tersebut dengan mengeluarkan bantahan.

"Siapapun bisa menggunakan Android tanpa Google atau Google tanpa Android. Kompetisi yang terjadi di ranah smartphone semenjak Android diperkenalkan telah memberikan konsumen lebih banyak pilihan dengan harga lebih murah," tulis perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Sebelum ini, raksasa internet tersebut pernah beberapa kali bermasalah terkait persoalan layanan yang disediakannya. Februari lalu, misalnya, Google membuat kesepakatan dalam kasus anti-trust dengan Komisi Eropa untuk bertindak lebih adil kala menampilkan layanan kompetitor di hasil pencarian.

Sumber: Giga Om
Editor: Oik Yusuf Kompas.com

MediaGadgetAsia.com - Hari Jumat, 25 April 2014, Microsoft resmi merampungkan pembelian atas unit bisnis ponsel dan layanan Nokia dalam perjanjian akuisisi bernilai 7,2 miliar dollar AS.

Pertama kali diumumkan pada September 2013 proses akuisisi sempat terhambat masalah regulasi sehingga tidak dapat diselesaikan lebih awal sebelum akhirnya disetujui oleh agensi pemerintahan di seluruh dunia.

"Hari ini kami menyambut bisnis perangkat keras dan layanan Nokia ke Keluarga kami. Kemampuan mobile dan aset yang mereka bawa akan melanjutkan transformasi kami," ujar CEO Microsoft Satya Nadella yang dikutip oleh BBC.

Dua unit bisnis Nokia tersebut dinamai ulang menjadi Microsoft Mobile Oy dan dioperasikan sebagai anak perusahaan terpisah. "Oy" merupakan kata dalam bahasa Finlandia (Osakeyhtiö) yang merujuk pada sebuah perusahaan yang sahamnya tidak dimiliki publik, seperti "Ltd" alias "Limited" dalam Bahasa Inggris.

Rampungnya proses akuisisi itu menandai berakhirnya kiprah Nokia sebagai produsen telepon genggam setelah sebelumnya sempat mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade.

Masih belum diketahui apakah Microsoft akan tetap mempertahankan brand Nokia dan Lumia pada ponsel yang diproduksi setelah proses akuisisi. Pihak Microsoft mengatakan bahwa  keputusan soal itu akan dibuat di kemudian hari.

Nokia sendiri akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: insfrastruktur networking (NSN), layanan peta (HERE maps) serta Advanced Technologies (pengembangan dan lisensi teknologi).

Jadi pabrikan besar

The Verge mencatat bahwa Microsoft turut memboyong karyawan Nokia sebanyak 25.000 orang, lebih sedikit dari angka 32.000 yang dicanangkan sebelumnya.

Produsen Windows itu sekaligus menjelma jadi raksasa pabrikan ponsel (melalui unit bisnis Nokia yang dibeli) dengan angka pengkapalan tahunan mencapai lebih dari 250 juta handset, terbanyak kedua setelah Samsung.

Dari jumlah tersebut, hanya 30 juta ponsel yang berbasis Windows Phone (Lumia) bikinan Microsoft. Sisanya merupakan feature phone seri Asha dan Android Nokia X. Microsoft kini harus memikirkan manajemen semua perangkat yang tidak menjalankan Windows Phone itu.

Di sisi lain, pembelian Microsoft atas Nokia membuat perusahaan tersebut berubah menjadi pabrikan hardware paling dominan di ranah bisnis handset Windows Phone, platform yang dibuatnya sendiri.

Lini seri smartphone Lumia milik Nokia sejauh ini menguasai 90 persen pangsa pasar handset Windows Phone. Microsoft pun ditempatkan dalam posisi yang canggung, di mana perusahaan tersebut tengah berusaha memperluas adopsi Windows Phone di kalangan produsen ponsel lain, namun kini juga sekaligus bersaing langsung dengan mereka.